Yogyakarta (LAZIS UNISIA) - LAZIS UNISIA YBW UII kembali menggelar Program Ramadan untuk Sumatera melalui pendistribusian bantuan paket iftar dan sahur kepada masyarakat terdampak bencana. Kegiatan ini dilaksanakan pada 19 Februari 2026 di tiga wilayah, yakni Kabupaten Tamiang, Aceh; Kabupaten Langkat, Sumatera Utara; dan Kabupaten Padang, Sumatera Barat. Sebanyak 200 penerima manfaat di masing-masing daerah menerima bantuan tersebut sehingga total penerima mencapai 600 orang.
Di Kabupaten Tamiang, Aceh, bantuan disalurkan kepada masyarakat yang masih berada dalam tahap pemulihan pascabencana. Meskipun sebagian warga telah mulai bangkit dan memperbaiki kondisi ekonomi mereka, masih ada masyarakat yang membutuhkan dukungan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan dasar selama bulan Ramadan. Penyaluran paket iftar dan sahur ini diharapkan dapat membantu meringankan beban mereka.
Sementara itu, di Kabupaten Padang, Sumatera Barat, sebanyak 200 penerima manfaat juga menerima paket bantuan serupa. Program ini menyasar masyarakat terdampak yang memerlukan dukungan tambahan agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan makanan untuk berbuka puasa dan sahur selama Ramadan.
Penyaluran bantuan juga berlangsung di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 200 orang. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan LAZIS UNISIA dalam membantu masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera. Semangat kepedulian dan kebersamaan diharapkan semakin tumbuh melalui program ini.
Untuk wilayah Sumatera, program kemanusiaan yang telah berjalan sebelumnya mendapat respons positif dari masyarakat. Sebelum pelaksanaan Program Ramadan ini, LAZIS UNISIA telah menyalurkan bantuan melalui lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal di sejumlah daerah. Sinergi tersebut memperkuat upaya penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Kepala LAZIS UNISIA, Agus Budi Hariyadi, S.S., menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana. “Pada bulan Ramadan ini, alhamdulillah kami kembali dapat menyalurkan bantuan untuk kebutuhan sahur dan iftar bagi masyarakat terdampak. Sebagian memang sudah mulai pulih, tetapi khususnya di Aceh masih ada yang belum sepenuhnya bangkit dan masih dalam proses pemulihan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program ini juga menjadi langkah awal dalam memperkuat respons kemanusiaan di tingkat nasional. “Ke depan, apabila terjadi bencana secara nasional di berbagai wilayah Indonesia, insyaallah kami siap merespons dan menunjukkan kepedulian kepada saudara-saudara kita di mana pun berada. Untuk wilayah Sumatera, kami tetap membuka peluang bagi para donatur yang ingin berpartisipasi, khususnya untuk membantu masyarakat Aceh yang hingga kini belum pulih sepenuhnya,” katanya.