29-07-2026 07:18:56

Resmi Diluncurkan, Program Educator's Academy Lazis Unisia Bekali Guru Madrasah dengan Rabbani Mindset

Share        



Yogyakarta (Lazis Unisia) – Lazis Unisia YBW UII kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas guru melalui Program Educator's Academy. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (25/7/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh 27 guru madrasah binaan Lazis Unisia.

Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh bapak Fuad Mubarak, S.H.I. selaku koordinator marketing Lazis UNISIA yang sekaligus menandai dimulainya rangkaian Program Educator's Academy. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguatan kapasitas guru tidak hanya dari sisi kompetensi mengajar, tetapi juga dari sisi kesadaran spiritual sebagai pendidik.

Mengusung tema "Rabbani Mindset: Mengajar dengan Hati di Era Digital", kegiatan ini menghadirkan Moh. Mizan Habibi, S.Pd.I., M.Pd.I., Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam UII, sebagai pemateri tunggal. Rangkaian pembelajaran dikemas secara reflektif dan interaktif: peserta diajak menyaksikan tayangan film pendidikan singkat, kemudian bersama-sama menggali hikmah melalui komunikasi dua arah bersama pemateri.

Dalam paparannya, Mizan menyampaikan bahwa di era digital, guru dituntut memiliki karakter Rabbani, yaitu pendidik yang mampu menjadi pembimbing sekaligus teladan bagi peserta didik, bukan sekadar penyampai informasi. Ia menegaskan perbedaan mendasar antara peran kecerdasan buatan dan guru dengan menyampaikan, "AI bisa menjelaskan, guru menghidupkan. AI memberi informasi, guru memberi arah. AI mengoreksi jawaban, guru membentuk manusia dan mendoakan."

Mizan turut memaparkan Tiga Pilar Rabbani Mindset yang menjadi landasan bagi guru dalam mendidik, yakni kesadaran ilahiyah bahwa setiap proses mengajar terhubung kepada Allah, keyakinan bahwa anak-anak adalah amanah yang membawa fitrah dan potensi, serta prinsip bahwa ilmu harus melahirkan akhlak.

Suasana semakin hidup pada sesi "Menggali Rasa", di mana peserta diajak berbagi berbagai persoalan yang dihadapi siswa di sekolah masing-masing. Melalui diskusi dua arah, para guru bersama pemateri merumuskan pendekatan penyelesaian yang tepat dan humanis, sekaligus merenungkan pertanyaan reflektif seputar tantangan menjadi guru di tengah derasnya arus teknologi dan kecerdasan buatan.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi "Menggali Kesan", yang mengajak peserta mengenang kembali sosok guru paling berkesan dalam hidup mereka. Sesi ini menghadirkan suasana haru sekaligus menjadi pengingat bahwa kedalaman ilmu, kasih sayang, kesabaran, dan ketulusan doa adalah warisan yang membekas jauh lebih lama dibanding materi pelajaran itu sendiri.

Menjelang penutupan, pemateri menegaskan bahwa teknologi pada dasarnya bersifat netral, dan hati penggunalah yang menentukan arah pemanfaatannya. Pesan ini menjadi refleksi bagi para guru untuk terus menghadirkan kehangatan dan keteladanan di tengah kemudahan akses informasi yang ditawarkan era digital.

Kegiatan Program Educator's Academy ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta dan narasumber. Melalui program ini, Lazis Unisia YBW UII berharap dapat terus memperkuat kapasitas guru madrasah binaan agar mampu hadir tidak hanya dengan fasilitas mengajar yang mumpuni, tetapi juga dengan hati dan keteladanan bagi generasi penerus bangsa.



Berita Serupa